Sebelum menjadi anggota DPR
RI, Misbakhun adalah seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS), di
Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan Republik
Indonesia. Dan pada tahun 2004, Misbakhun memmberanikan dirir untuk melakukan
langkah besar dalam karirnya dengan mengundurkan diri dari PNS dan beralih
menjadi pengusaha. Dia mendirikan PT Agar Sehat Makmur Lestari, sebuah
perusahaan pengolahan rumput laut, di Pasuruan, Jawa Timur.
Sebagai anggota DPR RI Misbakhun merupakan anggota yang cukup berperan
aktif Misbakhun merupakan salah satu aktivis Hak Angket Bailout
Bank Century. karena sekandal Bailout Bank Century sempat membuat
hubungan Misbakhun dengan Mentri Sri Mulyani.Tetapi hubungan yang kurang baik
itu tidak bertahan lama setelah Presiden Joko Widodokembali mengangkat Sri
Mulyani kembali menjadi Mentri keuangan pada tahun 2016.Misbakhun menegaskan
akan mendukung semua kebijakan yang perduli terhadap rakyat yang di keluarkan
oleh pemerintah khusunya kementrian keuangan yang menjadi rekanya di komisi XI
DPRD RI.
Misbakhun tercatat sebagai aktivis utama RUU, terutama saat
periode kedua menjadi anggota DPR RI. Misbakhun tercatat sebagai anggota DPR RI
yang menjadi aktivis UU Pengampunan Pajak. Selain
itu Misbakhun juga tercatat berjuang keras mengawal UU Tabungan Perumahan
Rakyat, UU Jaringan Pengaman Sistem Keamanan (JPSK)
Latarbelakang dan Keluarga
Misbakhun lahir di Pasuruan pada tanggal 29 Juli 1970.
Beliau tumbuh dalam kehidupan yang sederhana dan besar di pedesaan
yang memilik banyak cerita lika liku
kehidupan. Dari kecil Misbakhun sudah terlatih
untuk selalu melakukan puasa sunnah Senin Kamis yang di ajarkan
ayahnya.Misbakhun menikahi seorang gadis asli Pasuruan yang bernama Eny
Sulistijowati dan dri hasil pernikahanya ia di karuniai 4 orang anak dan
menjadi keluarga yang utuh.
Pendidikan
Misbakhun menempuh
jenjang SMA pada tahun 1986 di SMA Negri 1 Pasuruan.
Setelah lulus SMA pada
tahun 1986 ia kembali melanjutkan pendidikanya dengan berkuliah pada program
diploma III perpajakan sekolah tinggi Akuntansi yang bertempatan di daerah
Bintaro.
setelah lulus dan
berkarir di lingkungan departemen keuangan,Misbakhun melanjutkan pendidikan
pada jenjang sarjana S1 program ektensi sarjana fakultas ekonomi Universitas
Trisakti Jakarta dan lulus pada tahun 2003 setelah itu ia melanjutkan
pendidikan Magister Hukum di Universitas Gajah Mada ( UGM ) dan berhasil lulus
pada tahun 2015.
Karier
Setelah lulus dari STAN Misbakhun bekerja di Kementerian Keuangan
(Kemenkeu) Republik Indonesia sebagai pegawai negeri sipil (PNS). Selama di
Kementerian Keuangan karir Misbakhun tergolong cemerlang. Ia pernah bertugas di
kantor pusat dan diperbantukan di sekretariat Dirjen Pajak. Setelah 15 tahun
bekerja sebagai PNS Misbakhun pada tahun 2005 mengundurkan diri dan memilih
menjadi pengusaha.
Pada tahun 2009, Misbakhun memutuskan terjun ke dunia politik dengan
menjadi calon anggota legislatif dari PKS dan terpilih dengan memperoleh suara
sebesar 27.500. Selama menjadi anggota DPR, Misbakhun tercatat merupakan salah
satu anggota DPR yang cukup kritis terhadap pemerintah. Ia menjadi salah satu
inisiator Hak Angket Century DPR RI.
Ditengah bergulirkan pengusutan Bailout Bank Century oleh DPR RI, Misbakhun
menghadapi masalah hukum. Perusahannya, PT Selalang Prima Internasional (SPI)
disebut menerima L/C dari Bank Century. Misbakhun sempat di vonis 1 tahun
penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tahun 2010. Karena kasus
tersebut, PKS melakukan pergantian antar waktu (PAW) terhadap Misbakhun sebagai
anggota DPR RI.
Atas vonis tersebut Misbakhun mengajukan Peninjauan Kembali (PK) ke
Mahkamah Agung. Pada tahun 2012, Mahkamah Agung mengabulkan seluruh permohonan
Peninjauan Kembali Misbakhun dan memutuskan Misbakhun diputus bebas atas
perkara L/C Bank Century. Mahkamah Agung lewat keputusannya PK tersebut juga
memutuskan memulihkan nama baik serta harkat dan martabat Misbakhun.
Pada pemilihan legislative 2014, Misbakhun kembali maju sebagai anggota
DPR RI dari Partai Golkar dari daerah pemilihan Pasuruan-Probolinggo. Ia pun
kembali terpilih sebagai anggota DPR RI untuk kedua kalinya. Ia pun ditempatkan
di Komisi XI DPR RI.
Aktivitas Organisasi
Setelah menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar, Misbakhun pun masuk ke
organisasi sayap Partai Golkar yaitu Sentral organisasi Karyawan Swadiri
Indonesia (SOKSI) yang didirikan oleh Prof. Suhardiman. Dibawah kepemimpinan
Ketua Depinas Umum SOKSI Ade Komarudin, ia dipercaya sebagai Ketua Bidang
Koperasi dan UMKM periode 2014-2020.
Karya Tulis
Misbakhun menulis beberapa buku diantaranya :
- Melawan Takluk : Perlawanan dari penjara Century ;
terbit tahun 2012